Beberapa Perbedaan umroh dan Haji yang Wajib Umat Muslim Tahu!

3 min read

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbesarnya memeluk agama islam. Lebih dari 80% penduduk Indonesia memeluk agama islam, dan 20% sisanya terbagi antara beberapa agama seperti nasrani, hindu, dan budha, dan lain sebagainya. Salah satu ibadah yang diwajibkan kepada umat muslim di seluruh dunia adalah haji apabila sudah mampu. Pasalnya haji menjadi rukun keenam yang wajib dilakukan oleh umat muslim selain sahadat, sholat, zakat, dan puasa.

Namun untuk beribadah haji tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu karena memiliki ketetapan dalam waktu pelaksanaannya, maka dari itu, banyak orang yang lebih memilih untuk mengunjungi Makkah dengan cara umroh.

Perbedaan Haji dan Umrah

Apa itu umroh? Nah, kamu bagi kamu yang belum tahu mengenai perbedaan antara haji dan umroh, simak ulasannya berikut ini yaa!

Pengertian Haji dan Umroh

Sebelum membahas mengenai permasalahan yang lebih kompleks dan mendalam mengeai perbedaan ibadah haji dan umroh, ada lebih baiknya apabila kita membahas terlebih dahulu perbedaan keduanya dalam segi pengertian. Untuk ibadah haji, diambil dari bahasa al-qoshdu yang artinya adalah bermaksud atau sengaja mengunjungi tempat yang mulia. Sedangkan untuk pengertian lengkapnya, haji adalah serangkaian ibadah dalam agama islam yang hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu dengan tata cara atau rukun yang tertentu pula.

Sedangkan umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah dengan waktu yang tidak ditentukan. Meskipun memiliki hukum sunah, tetapi umroh tetap menjadi ibadah yang dimuliakan oleh Allah SWT karena memerlukan pengorbanan dalam hal harta benda.

Haji merupakan rukun keenam dalam agama islam yang wajib untuk dilakukan oleh seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Selain untuk memenuhi perintah ibadah kepada Allah SWT, haji juga menjadi symbol kesempurnaan keimanan seseorang dalam perkara lahir dan batinnya. Niat dan tujuan dari ibadah haji yaitu khusus untuk mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT.

Baca juga  Sebelum Berangkat Umroh, Pastikan Kamu Persiapkan Beberapa Hal Berikut Ini!

Hukum Ibadah Haji dan Umroh

Sudah diketahui oleh semua umat muslim di dunia bahwa ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilakukan ketika sudah memenuhi kriteria mampu dalam hal materi dan fisik. Pasalnya untuk melakukan ibadah tersebut diperlukan harta benda sebagai pengorbanan karena harus melakukan perjalanan lintas Negara. Selain itu, untuk bertahan hidup di Makkah dengan segala akomodasinya diperlukan biaya yang biasanya dibayarkan kepada biro jasa haji dan umroh. Biayanya juga terbilang cukup mahal yakni 35-40 juta/orang.

Bukti mengenai kewajiban hukum ibadah haji terdapat di dalam surat Al Imran ayat 97 yang bunyinya:

‘’kemudian Allah SWT melakukan perintah wajib kepada seluruh manusia untuk berhaji ke baitullah bagi orang yang mampu untuk mengerjakannya’’.

Sedangkan untuk hukum umroh, para jumhur ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh referensi atau acuan hadist yang berbeda-beda pula. Terdapat dua hukum terbesar yang dirmuskan oleh empat madzhab terbesar di dunia. Kubu madzhab Imam Hanafi dan Imam Maliki berpendapat bahwa hukum dari ibadah umroh adalah sunah Muakkadh. Sedangkan Imam Hambali dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa hukum ibadah umroh adalah wajib.

Perbedaan Waktu Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh

Sesuai dengan namanya, ibadah haji hanya dapat dilakukan pada bulan haji atau dzulhijah, lebih tepatnya lagi tanggal 9-13 bulan dzulhijah. Kenapa demikian? Karena hal tersebut mutlak karena ketetapan Allah SWT pada jaman kenabian nabi Ibrahim dan Ismail dulu. Karena tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu itulah yang menjadi alasan ibadah haji memerlukan biaya yang cukup besar. Selain itu, untuk melakukan ibadah haji diperluka waktu tunggu yang cukup lama, hingga 20 tahun. Contohnya, apabila mendaftar haji pada tahun 2020, maka kemungkinan kamu dapat berangkat ke Baitullah untuk ibadah haji pada tahun 2040. Cukup lama yaa!.

Baca juga  Sebelum Berangkat Umroh, Pastikan Kamu Persiapkan Beberapa Hal Berikut Ini!

Hal ini bertolak belakang dengan umroh, karena ibadah yang satu ini dapat dilakukan sewaktu-waktu atau kapan saja. Ibadah umroh memiliki hukum sunah satu kali seumur hidup.Namun banyak orang yang memiliki kecukupan harta, memilih untuk melakukan ibadah umroh berkali-kali hingga dua kali dalam setahun.

Syarat dan Rukun Haji dan Umroh

Di dalam buku Fiqh Islam karya H Sulaiman Rsyidin Halaman 346, ibadah haji memiliki empat syarat utama agar sah dalam melakukan ibadah haji, yaitu:

  1. Beragama Islam

Beragama islam merupakan syarat utama sah nya ibadah haji. Selain untuk memenuhi panggilan dan perintah Allah SWT, ibadah haji juga menjadi cara untuk meningkatkan keimanan seseorang. di sana kita akan digembleng untuk menghayati perjuangan nabi Ismail dan Ibunya.

Beragam islam menjadi syarat utama karena seseorang yang beragama di luar islam, dilarang untuk memasuki kawasan suci Makkah dan Madinah.

 

  1. Baligh dan berakal

Selain beragama islam, seseorang yang akan melakukan ibadah haji harus memenuhi syarat baligh dan berakal. Baligh artinya sudah cukup umur sedangkan berakal adalah dapat membedakan antara hal yang hak dan bathil.

 

  1. Merdeka

Syarat ketiga yang harus dipenuhi agar sah dalam melaksanakan ibadah haji adalah merdeka. Berbeda dengan jaman jahiliyah atau tahun hijriah, di mana sistem perbudakan masih merajalela, kini sistem tersebut telah ditiadakan. Maka dari itu, siapa saja yang termasuk ke dalam golongan merdeka dan mampu dalam hal materi memiliki hukum wajib dalam melaksanakan ibadah haji

 

  1. Mampu

Dalam agama islam, istilah mampu juga disebut dengan istatha’ah. Selain memiliki kemampuan dalam hal materi dan harta benda, seseorang yang akan melakukan ibadah haji harus dianggap mampu dalam hal kesehatan. Apakah kamu tahu kenapa sehat menjadi syarat wajib?

Baca juga  Sebelum Berangkat Umroh, Pastikan Kamu Persiapkan Beberapa Hal Berikut Ini!

 

Nah, berbeda dengan ibadah umroh, haji memerlukan tenaga dan fisik yang cukup kuat karena dilakukan dalam waktu berhari-hari dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan mengenai rukun haji di bawah ini ya.

Kesimpulan Perbedaan Umroh dan Haji

Rukun haji dan umroh adalah tata cara dan langkah-langkah yang harus dipenuhi agar ibadah haji dan umrahnya sah. Dalam hal rukun inilah ibadah haji dan umroh memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Selain itu, rukun inilah yang menjadi penyebab utama mengapa kesehatan menjadi syarat sah ibadah haji dan umroh.

Secara hukum, rukun umroh memiliki tata cara yang lebih sederhana sehingga factor kesehatan bukan menjadi syarat utama. Dalam ibadah umroh, rukun yang harus dilalui adalah tawaf dengan mengelilingi kabbah dan sai atau berlari-lari kecil antara dari bukit safa ke marwah.

Sedangkan haji memiliki rukum yang lebih kompleks seperti mengunjungi Arafah, Muzdalifah, Mina, Tawaf dengan berkeliling Ka’bah dan sai atau berlari-lari antara bukit safa dan marwah.

Demikian ulasan lengkap mengenai perbedaan ibadah haji dan umroh dalam beberapa aspek seperti pengertian, waktu pelaksanaan, dan rukun, serta syarat sah nya. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *